Xterm adalah pelindung ramah lingkungan terpercaya dan tidak bersifat invasif terhadap serangan rayap. Dengan Sistem Atas Tanah (Xterm AG Bait Station) dan Sistem Dalam Tanah (Xterm IG Bait Station) kami, rayap diberi umpan dan koloni mereka pun musnah, tanpa perlu mengebor struktur bangunan, sedangkan Wazary 10FL (belum tersedia di Indonesia), termitisida pembasmi kami sangat efektif dan tak berbau, dan diakui oleh Badan Lingkungan Nasional (National Environmental Agency/NEA) Singapura di daerah tangkapan air.

Rayap tanah di gedung berlantai tinggi dipancing ke Wadah Umpan Xterm™ AG, kemudian kembali lagi ke sarang mereka untuk menyebarkan umpan dengan anggota koloni lainnya.

Rayap tanah yang telah merusak properti dipancing ke Wadah Umpan Xterm™ AG agar memakannya, lalu kembali ke sarang mereka dan menyebarkan umpan yang dimakannya dengan anggota koloni lainnya.

Rayap tanah yang aktif di sekitar properti dicegat oleh Wadah Umpan Xterm™ IG sehingga mereka memakannya, lalu kembali ke sarang mereka dan menyebarkan umpan yang dimakannya dengan anggota koloni lainnya.

Wazary® 10FL adalah sebuah termisida pembasmi paling aktif yang pernah ditemukan. Bertahun-tahun digunakan di berbagai negara seluruh dunia membuktikan bahwa Wazary® 10FL menjadi salah satu penghalang termisida paling aktif di pasar. Untuk mendapatkan perlindungan minimal selama 5 tahun, uji lapangan global telah menunjukkan bahwa pengenceran 1 : 40 (0,25% sebagai a.i.) adalah yang disarankan. Pengenceran lebih rendah 1 : 80 (0,125% sebagai a.i.) menunjukkan dapat efektif selama 3 tahun.

Wazary® 10FL adalah konsentrat (campuran) berbahan dasar air yang dapat mengalir, yang sangat minim bahaya yang ada pada campuran berbahan dasar minyak yang lebih umum. Nilai tambah campuran ini yaitu hampir tidak berbau, bahkan dalam bentuk padatnya, sehingga memastikan tidak ada keluhan pelanggan terkait bau pada penggunaan berikut.

Kandungan isomer aktif utama Wazary® 10FL telah ditentukan untuk memiliki nilai Koc 630.597 dan digolongkan “sangat kuat” dalam penyerapan dari cair menjadi bahan organik dalam tanah. Hal ini menunjukkan bahwa bahan aktif terikat ke tanah lebih baik daripada termisida yang ada di pasaran lainnya, membuat tanah menjadi anti-rayap dengan lebih baik dan lebih menghemat dalam penggunaan sisa produk.

Menggunakan penilaian Badan Perlindungan lingkungan AS (USA Environmental Protection Agency) tentang pencucian tanah, 90% dari Wazary® 10FL yang diterapkan menunjukkan keterikatan yang kuat pada 3 cm lapisan tanah atas. Kurang dari 2% masuk air pencucian, dan sebagian besar diserap kembali. Penyerapan tanah menunjukkan tidak ada perubahan.

Wazary® 10FL disetujui oleh Badan Lingkungan Nasional Singapura (National Environmental Agency, (NEA)) untuk penggunaan dalam daerah tangkapan air.

Penerapan Wazary® 10FL pada pengenceran sebanyak 1 : 2000 (Catatan: pengenceran normal antara 1 : 40 dan 1 : 80) menunjukkan dapat memberikan minimal 75% perlindungan dari serangan rayap, membuat produk menjadi lebih hemat.

Banyak argumen yang muncul terkait manfaat relatif termisida pembasmi dan non-pembasmi. Dengan banyaknya produk baru yang masuk kategori non-pembasmi, maka berbagai argumen lebih condong memihak pada non-pembasmi. Anda harus ingat bahwa penerapan produk pembasmi dan non-pembasmi terbaik yang ada secara menyeluruh akan memberikan tingkat perlindungan yang sama hebatnya. Faktanya dengan nilai Koc yang sangat tinggi (kapasitas pengikatan tanah), Wazary® 10FL memberikan dampak residu terlama, sedangkan banyak produk non-pembasmi hilang keampuhannya setelah beberapa tahun karena pencucian saat penerapan.

Profesor B.T Forschler, mengamati efisiensi termisida tanah dan menemukan hasil dengan tujuh formulasi termisida berbeda yang menunjukkan bahwa sebutan pembasmi atau non-pembasmi adalah fungsi konsentrasi, bukannya preview kelas kimia tertentu.*

Dengan kata lain, semua termisida adalah pembasmi pada konsentrasi “tinggi” dan semua termisida adalah non-pembasmi pada konsentrasi “rendah” …”**

Selain itu, studi serupa yang dilakukan oleh Profesor C.Y Lee, menemukan bahwa karakteristik pembasmi atau non-pembasmi termitisida tergantung pada konsentrasi termisida yang digunakan.***

*Forschler, B.T. 2009. Screening insecticides for use as soil termiticides requires a series of bioassays: lessons from trials using Reticulitermes flavipes (Isoptera: Rhinotermitidae): Incorporating termite behavior into termiticide bioassay design. In: Pesticides in Household, Structural and Residential Pest Management. Eds: Chris J. Peterson, Daniel M. Stout II. Vol. 1015. Chapter 5, pp 53-74. American Chemical Society.

**Forschler, B.T. 2006. Advantages and disadvantages of non-repellent termiticides. pp. 76-79. In: Proceedings of the Pest Summit 2006. Targeting Zero Pest Infestation, Singapore.

***Yeoh, B.H. & C.Y. Lee 2007. Tunneling responses of the Asian subterranean termite, Coptotermes gestroi in termiticide-treated sand (Isoptera: Rhinotermitidae) Sociobiology (USA) 50: 457 – 468.).

*Identitas Wazary® 10FL

Nama umum bahan aktif:
Formula Struktural Fenvalerat:

Komposisi

Properti Fisik & Kimia

Metode Uji (Uji Pembasmian)

Kertas filter basah ditempatkan dalam cawan Petri. Setengah permukaan kertas filter ditutupi dengan 5g tanah yang diberi Wazary® 10FL dan setengah lainnya ditutup dengan 5g tanah yang tidak diberi pembasmi tersebut. Tanah yang diberi pembasmi dan tidak diberi pembasmi dipisahkan dengan jarak 5mm seperti pada gambar di bawah ini.

Dua puluh rayap tanah Formosan dilepas di bagian tengahnya, di antara tanah yang diberi pembasmi dan tidak diberi pembasmi. Hasilnya ditunjukkan dalam tabel berikut ini.

Keuntungan Wazary® 10FL

Efektivitas Pembasmian Wazary® 10FL

Pembasmian (%) Wazary® 10FL

Uji lapangan Wazary® 10FL pada rayap tanah yang dilakukan oleh Royal Forest Department, Thailand menunjukkan bahwa jika diterapkan dengan perbandingan 1:40, Wazary® 10FL mampu memberi perlindungan hingga 6 tahun.

Rata-rata kerusakan untuk tiruan Pengendalian dalam periode yang sama adalah 85,4%.

*Data tersebut tidak mencerminkan efektivitas perlindungan sebenarnya karena salah satu tiruan telah rusak.

Untuk perlindungan jangka panjang, Wazary® 10FL sebaiknya diencerkan pada tingkat 1 bagian: 40 bagian air dan diterapkan menurut rekomendasi label. Untuk pengendalian jangka pendek, pengenceran satu bagian : 80 bagian air bisa dilakukan.

Aktivitas perlindungan kayu yang terbukti – Coptotermes formosanus Kuantitas penanganan: 200 mg/²

Penerapan Penanganan

Wazary® 10FL harus dikocok dahulu sebelum digunakan.

Penanganan Pra-konstruksi

Untuk lempengan lantai, lantai teras dan platform pintu masuk, terapkan Wazary® 10FL yang diencerkan sebanyak 4 liter per meter persegi atau 7 liter per meter persegi jika isinya adalah kerikil basah atau material keras lainnya. Pada pondasi bata berongga, atau rongga pada batu, terapkan 7 liter larutan per tiga meter linier. Pada ruang kolong, terapkan larutan sebanyak 5 liter per meter linier per kedalaman 30cm dari atas hingga dasar pondasi. Terapkan larutan pada dua sisi pondasi dengan memberi perhatian khusus di area sekitar pipa dan tiang.

Penanganan Pasca-konstruksi

Terapkan larutan sebanyak 5 liter per meter linier pada parit yang digali hingga dasar pondasi bangunan yang diberi larutan, atau melalui lubang bor dengan jarak 30cm dalam lempengan lantai. Tanah yang digali harus diberi larutan dan digunakan sebagai tanah isi ulang serta tanah di bawah dan di sekitar teras. Agar tanah yang diberi larutan terhindar dari paparan sinar matahari, area yang terpapar dapat ditutupi dengan sedikit lapisan tanah yang tidak diberi larutan.

Perbaikan & Penanganan Titik Tertentu

Jika terdapat bukti adanya infestasi ulang rayap setelah perlakuan awal akibat gangguan penghalang kimia yang bisa muncul akibat aktivitas manusia seperti penggalian, konstruksi dan pekerjaan lansekap, atau hanya karena penanganan awal yang tidak selesai, area ini harus ditangani ulang sesuai dengan teknik penerapan yang dijelaskan dalam bagian Pasca-konstruksi.

WordPress Video Lightbox